Tes koran, menggambar warteg, menggambar pohon, menggambar manusia,dan lain-lain. Pada umumnya dalam setiap kali kita mengikuti tes di sebuah perusahaan, rata-rata kita akan mengerjakan tes-tes tersebut. Berikut akan saya uraikan sedikit tentang tes-tes diatas :
Pelajaran Kedua : Tes Koran
Tes koran adalah sebuah tes dimana kita dituntut untuk menjumlahkan angka sebanyak mungkin dengan waktu yang terbatas. Disini sangat dibutuhkan Konsentrasi penuh,waktu sangat berharga di tes ini. Pada umumnya tes koran ini ada 2 jenis : Tes Pauli dan Tes Kraepelin. Perbedaan kedua jenis tes ini hanyalah cara pengerjaannya. Berikut uraian tentang perbedaan tes Pauli dan Tes Kraepelin :
- Tes Pauli
Instruksi pengerjaannya adalah Jumlahkan dua buah angka yang berdekatan dari atas ke bawah. Selanjutnya tuliskan hasil penjumlahannya pada bagian sebelah kiri/kanan diantara dua angka yang dijumlahkan tersebut. Untuk menuliskan hasil penjumlahan, cukup dituliskan angka satuannya saja .Contoh : ketika kita menjumlahkan angka 4 dan 6 hasilnya adalah 10, maka cukup dituliskan angka 0. Gambar berikut adalah contoh dari tes Pauli :
| Gambar. Contoh Tes Pauli |
Jika terjadi kesalahan saat menjumlahkan, cukup dengan memberi garis silang dan dituliskan angka yang benar di sampingnya, atau sebagian lain membolehkan kita untuk menulis yang benar diatas angka yang salah tersebut. Perhatikan contoh diatas, saat kita menjumlahkan angka 4 dan angka 3 pada kolom ke 3. Hasil penjumlahan yang benar adalah 7 tetapi kita tulis 8, maka cukup dengan menggaris silang angka 8 dan tulis angka 7 disamping angka 8 tersebut. Pada kolom pertama dan ketiga kita temukan ada garis horizontal pendek dibawah angka hasil penjumlahan. Itu adalah aba-aba dari instruktur tes, dalam jangka waktu tertentu, akan ada aba-aba garis, maka kita harus memberi garis pada angka terkhir yang kita jumlahkan saat kita mendengar aba-aba garis tersebut. Kira-kira ada dua puluh kali kita mendengar aba-aba garis dari instruktur tes selama kita mengerjakan tes Pauli. Rata-rata waktu untuk mengerjakan tes Pauli adalah 30 menit - 60 menit. Jadi Pada akhir tes, pada lembaran kerja kita harus ada 20 puluh garis.
- Tes Kraepelin
Pada dasarnya, tes kraepelin ini sama dengan tes Pauli.Perbedaannya terletak pada cara pengerjaannya. Instruksi Tes Kraepelin : Jumlahkan dua yang berdekatan dari Bawah ke Atas. Sewaktu-waktu kita akan mendengar aba-aba pindah, maka selesai atau tidak kita mengerjakan kolom pertama, kita harus pindah ke kolom berikutnya. Perhatikan Gambar Berikut :
| Gambar 2.Contoh Tes Kraepelin |
Untuk instruksi selanjutnya sama dengan tes Pauli, Waktu yang diberikan hampir sama dengan tes Pauli, rata-rata 30 menit sampai 60 menit.
Tujuan dari Tes Pauli ataupun tes kraepelin pada dasarnya untuk melihat bagaimana kita nantinya bekerja dengan berbagai kondisi. Apakah kita bisa bekerja dibawah tekanan (Under Pressure), Atau kita hanya bisa bersemangat di awal waktu saja. Apakah grafik kerja kita konstan atau malah turun-naik.
Kata Kunci : Untuk menghadapi tes pauli ataupun tes Kraeplelin diperlukan latihan. Pastikan kondisi fisik dalam keadaan baik dan konsentrasi. Usahakan grafik dalam pengerjaan tes tersebut tetap stabil. Misalnya saat kita melakukan tes Kraepelin, usahakan jumlah baris yang kita jumlahkan tiap kolom sama.
......
No comments:
Post a Comment
terima kasih telah membaca blog ini, semoga bermanfaat, diterima kritik dan sarannya...