Showing posts with label Paitua Mapala Teknik Unand. Show all posts
Showing posts with label Paitua Mapala Teknik Unand. Show all posts

Tuesday, 24 May 2016

My First Summit in West Java (Mt. Cikuray 2821 mdpl)

Pendakian Gunung Cikuray ( 3 - 5 April 2015) 

Sekilas Tentang Gunung Cikuray 
Gunung Cikuray merupakan salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya di perbatasan desa Bayongsong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. Dengan ketinggian 2821 mdpl, gunung keempat tertinggi di Jawa Barat. (1)

Pendakian kali ini benar-benar tanpa persiapan fisik, hanay mengandalkan sisa tenaga setahun yang lau, mari kita lihat apa yang akan terjadi....

Jumat, 3 April 2015
Disela-sela kesibukan para perantau ditengah-tengah Ibukota, pendakian yang direncanakan akan segera di eksekusi. 8 orang pemuda dan pemula (pendaki muka lama) segera meluncur menuju Terminal Bus Rambutan, terminalnya para pendaki dikala libur.

Rute perjalan menuju Terminal Guntur, Garut Jawa Barat (Titik Start untuk memulai pendakian Cikuray dan Papandayan).

Dari Depok - Terminal Rambutan
Ada 2 angkot yang biasanya digunakan untuk menuju Terminal Rambutan. Angkot 19 ( warnanya Merah) dan angkot 112 (warnanya biru). Sekitar 45 menit dengan ongkos sekitar IDR 6.000 

Terminal Rambutan - Terminal Guntur
Jangan heran melihat banyak orang menyandang Carier dan memakai speatu gunung. Di terminal Rambutan pemandangan seperti itu sudag tak asing, terlebih dihari libur. Terminal Rambutan , terminalnya para pendaki yang mau ke Garut, Bandung, Tasik, dan kota-kota lainnya. 

Terminal Bus Rambutan
Nah dengan ini kita akan meluncur menuju Terminal Garut
GARUT - JAKARTA

Cileunyi Ps Rebo

AC CIPULARANG



WANARAJA
Begitulah kira-kira tulisan yang terbaca pada bus kuning ini...
Perjalanan dengan bus atau kendaraan roda 4 adalah perjalanan yang cukup melelahkan bagi sebagian orang termasuk saya. (Ada sedikit cerita tentang saya dan kendaraan roda 4 khususnya mobil..masa lalu)


Pukul 17.00 bus berangkat sesuai jadwal. Kurang lebih 45 menit perjalanan kita sampai di terminal tujuan, Terminal Guntur. dengan ongkos IDR 52.000/orang.

Terminal Guntur - Stasiun TV

Kehangatan diatas Pick Up (gambar diambil sewaktu perjalanan turun/balik dari stasiun TV menuju terminal Guntur oleh Mamat Aja (nama FBnya)
Belum usai cerita tentang naik kendaraan roda 4. Perjalanan selanjutnya menuju stasiun pemancar TV. Mobil pick up adalah satu-satunya kendaraan umum yang diperbolehkan mengantarkan para pemdaki ke pos stasiun TV sebelum memulai pendakian menuju pintu rimba. Jangan khawatir kita hanya tinggal mencari kurang lebih 15 orang, Pick up siap diberangkatkan. Cukup dengan membayar IDR 45.000/orang. Lama perjalananan kira-kira 1jam 35 menit (23.05/ wib 3 april 2015 - 00.30 wib.4 April 2015).


By : Aethra 225

Reference :
(1) https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Cikuray

Saturday, 26 December 2015

Curug Sawer - Situ Gunung (24-25 Desember 2015 Camping Ceria)

Ini dia ilmu kodok, ingat sekarang langsung pergi. No Plan, Direct Action. Pesan singkat melalui whatsapp memulai perjalanan kami kali ini. Tanpa pikir panjang ku langsung mengiyakan ajakan dari ricky setelah sedikit klarifikasi. Ya, awalnya ku pikir dia mengajak camping di gunung ternyata situ gunung. Tawaran yang cukup menarik untuk mengisi waktu libur dan melepas kerinduan bercengkrama dengan angin malam dan hangatnya api unggun.
Wisata Situ Gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), sekitar 6 jam dari Depok dengan menggunakan motor via jalur jalan raya bogor-terminal Cibadak-terminal Cisaat-Kadudampit-Wisata Situ Gunung. Selain menggunkan motor atau kendaraan pribadi juga bisa menggukan kareta, bus, atau angkutan umum lainnya. Yang pastinya akan lebih memakan waktu perjalanan yang lama terlebih-lebih pada saat peak season.
Wisata Situ Gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (dari kiri : Ricky,Deri,Adi)
Kamis, 24 Desember 2015. Kira-kira jam setengah 6 sore kami akhirnya sampai di pintu masuk kawasan wisata situ gunung. Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan dan menegangkan dengan bermodal google maps ricky sebagai navigatornya.
Dipintu masuk sudah ada beberapa orang pemuda yang menunggu, siapa lagi kalau bukan petugas disana, pasti lah pemuda setempat. 32.500 rupiah untuk 1 orang 2 hari itulah tulisan pada tiket yang diberikan oleh seorang petugas pada kami, ditambah biaya service dan lain-lain, Jadi total yang dibayarkan adalah Rp 40.000/orang. Rasanya dengan apa yang didapatkan cukup fair.
Setelah motor di parkiran, salah satu petugas mengarahkan kami untuk ke lokasi camp yang tidak jauh dari posko kira-kira 500 meteran. Sambil berjalan petugas itu juga menerangkan dilokasi camp sudah ada toilet dengan lampu.

Salah satu tempat yang dijadikan camping ground  
Dari penjelasan petugas lokasi camp ini cukup untuk menampung sekitar 50 an tenda dengan susunan bertingkat-tingkat. Bisa jadi cukup untuk 50 tenda tentunya dengan kapasitas tenda 3-4 orang. Dengan sedikit observasi kami mencoba menemukan tempat yang rasa-rasanya paling cocok untuk mendirikan tenda kira-kira seperti photo di bawah ini...

kira-kira cukup untuk mendirikan 3 tenda doom kapasitas 3-4 orang


Diantara hangatnya api unggun (fullmoon-malam yang cerah)





Malam yang sempurna, bias sinar purnama menambah indahnya kerlap-kerlip ribuan bintang yang menggantung di langit sana. Penginapan paling mewah-hotel seribu bintang tanpa penghangat ruangan, yang ada hanyalah api unggun dari ranting-ranting kayu.
Jumat, 25 Desember 2015. Beautiful morning dengan segelas kopi panas dan sepotong roti, wajah-wajah cerah mulai narsis dengan tongsiss,, mencoba gaya kekinian beradaptasi dengan perkembangan zaman merasa masih 17an...

Segelas kopi dipagi hari
Selain untuk bercamping ria, ada 2 destinasi yang akan kami tuju sebelum pulang. Danau Cimaracun dan Curug Sawer. Dari peta denah lokasi yang ada di depan posko kita bisa melihat letak dan arah kedua tempat tersebut. Mari kita jelajahi satu persatu...
Danau Cimarun 1 km - 30 menit berjalan kaki. Jalan yang cukup luas sehingga dengan mobil pun bisa sebenarnya untuk mencapai pelataran danau. Ada juga beberapa diantara pengunjung yang menggunakan mobil. Start awal dengan track datar dengan sedikit pendakian. Disepanjang jalan kita bisa menemui plang-plang nama yang menunjukkan arah lokasi camping ground.

Perjalanan menuju danau cimarun
Salah satu plang nama yang menunjukkan lokasi camp
Sedikit tanjakan
Terlihat wahana untuk menguji adrenalin
Pintu masuk menuju area danau
Track turunan mendekati area danau
Akhirnya kita sampai setelah 20 menit berjalan kaki

Lanskap danau cimarun
Destinasi selanjutnya Curug Sawer yang lokasinya 1.7 Km dari posko. Setelah puas mengambil beberapa dokumentasi kami akhirnya memutuskan balik untuk melaksanakam sholat Jumat. Perjalanan ke Curuq Sawerpun ditunda setelah shalat Jumat. 
Kira-kira pukul 02.00 siang setelah Jumat an dan makan siang tentunya. Perjalanan menuju Curug Sawer pun dilanjutkan. 
Perjalananan menuju curug sawer
Perjalanan  menuju curug sawer
Seperti terlihat pada plang diatas, ada jalan lain untuk menuju danau cimarun selain jalan yang kami lewati sebelumnya. Track menuju curug lumayan asik, membuat butiran-butiran keringat membasahi kaos yang kami pakai. Cukup untuk track pemanasan sebelum pendakian sebenarnya.
Turunan menuju curug sawer
Ya inilah dia Curug Sawer, setengah jam perjalanan. Air yang mengalir diantara tebing-tebing batu dengan ketinggian kira-kira 20 meter. Wah,, ternyata lumaya ramai, barangkali karena musim liburan. Pengen ngopi atau makan mie rebus jangan khawatir banyak yang berjualan di area sekitar curug.

Curug Sawer
Di salah satu plang saya menemukan tulisan ini " Dilarang Berenang Di Kolam". Tapi tetap saja ada yang berenang.


Air Terjun Curug Sawer
 "Perjalanan seperti air yang terus mengalir tanpa peduli berapapun tingginya tebing ia tetap mengalir tanpa harus takut batu besar yang menghadang entah berapa kelok yang harus ia tempuh. Tetap saja muara adalah impian tempat untuk kembali"

Lanskap Curug Sawer

CC : Ricky (211 UV), Adi (216 AT), Deri (Sipil 07)




By : 225 AT



















Sunday, 22 November 2015

Tepian lubuk si saksi bisu

Bagi ku ini bukan hanya tempat biasa, tidak hanya sekedar lubuk "lubuak" pemandian alam.
Saksi bisu yang menjadikan semua kami satu, satu nama, satu keluarga,, Ya.. kita adalah sama.
Sama-sama terlahir ditepian lubuk ini.

Lubuak Tampuruang
Tetaplah terus mengalir menjadi saksi saudara-saudaraku yang akan menggantikan posisiku.
Biarkan mereka punya cerita sendiri tentang tepianmu.

Lubuak Tampuruang

Ini hanyalah sebagian momen kecil yang penuh beribu sarat dan makna.

Pemasangan Kacu Anggota Biasa (SEISMIK)
Pelantikan Anggota Biasa SEISMIK


Inilah tempat pulang,,,,
Sekretariat Paitua-MTU (Ketika pohon pokat masih kecil)

Setiap kita punya cerita, berproses dan berkaryalah,,,

By : Aethra 225
Depok, 22/11/2015

Sunday, 16 August 2015

Malala Versi Pulang Kampung

Edisi Jalan - Jalan 1436 H,,Back To Home... 
Terasa asing ketika pemandangan ini tak lagi bisa dinikmati setiap pagi...
Hamparan sawah yang dulu menjadi tempat nongkrong dari setiap pulang sekolah maupun waktu libur. Terlalu banyak cerita yang mengharuskan orang harus berjalan dari kampung halaman, mencari sedikit pemahaman tentang hidup. Biarkanlah kampung halaman menjadi alasan kita untuk kembali...

Lanskap Gunung Marapi Dari Nagari Lasi, Sumatera Barat
Perjalananpun dimulai dan berawal di sini dan berharap akan kembali...
Dunia sejauh kakimu melangkah,pergilah dari rumah,
Maka rumah kita adalah disetiap tempat yang kita singgahi...
Keluarga baru kita adalah setiap orang yang kita temui...
  
Edisi Jalan-jalan,,,,Biarkanlah foto yang bercerita...

1. Puncak Lawang,Kecamatan Matur, Kab. Agam, Sumatera Barat









 2. Tugu Ayam Kukuak Balenggek, Kabupaten Solok


3. Pantai Aia Manih dan Legenda Malin Kundang, Kota Padang



 4. Taman Ngarai Maaram, Kota Bukittingi


5. Finally, My Second Home..




Sampai bertemu di kesempatan berikutnya..
CC : Malala.Com 

By : 225 AT











Friday, 12 June 2015

Sekilas kenangan dimasa lalu

Sekilas kenangan di masa lalu...

Masa lalu, ya boleh dibilang agak berlebihan sich, walau hanya baru beberapa tahun gw terlepas dari ikatan sebagai mahasiswa,,, 
Ayo kita lihat seperti apa gw di masa lalu..

Lari adalah salah satu hal yang paling menyenangkan buat Gw, berpacu dengan waktu
Kali ini gw lari ngak sendirian tapi dalam tim, Tepatnya dalam perlombaan lintas alam / cross country.

Tepatnya 1 Desember 2012, Dalam rangka ulang tahun Kota Solok  - Sumatera Barat
Lomba HIKING Bareh Solok (1 - 2 Des 2012)


Pada Kesempatan kali ini kita (Paitua Mapala Teknik Unand) mengutus 3 Tim Putra . Hasil dari latihan beberapa minggu dan dengan komposisi masing2 Tim yang telah diatur oleh Pelatih (masih anggota Paitua Juga Kok,,). Kita sich sebagai atlit (keren juga ya,,) ngikutin aja..

TIM Paitua Mapala Teknik Unand

Tim Paitua Mapala Teknik Unand
Nah ini foto penampakan lengkap 3 Tim Paitua ( 005, 046, 069) dari kiri : Mp 225 AT,Mp 250 GA, Mp 248 GA, Mp 247 GA, Mp 227 AT, Mp 240 SM, Mp 246 SM, Mp 242 SM


Pelepasan Peserta Hari Ke 2 (Taman Belibis - Kota Solok)
Brefing dengan Pelatih Sebelum  Start Hari ke 2 (Pelatih : Mp 211 UV)
Baca Peta Rute Hari Ke 2 (TIM 046)
TIM 069
TIM 005
Berlari Menuju Garis Finish TIM 069  (Taman Kota  Solok - Sumbar)

Finish,,
Tapi belum usai, masih ada tahap lain dari perlombaan ini. Setiap peserta yang sampai digaris finish akan di kasih 10 pertanyaan. (Penilaian dalam hitungan Poin).
salah satu pertanyaan kurang lebih seperti ini : " Kareta api listrik bergerak ke arah Utara, Kemanakah arah asapnya? jawaban pertama adalah selatan,,, Hahahahahai
Kenapa Selatan, Padahal kareta api listrik tidak punya asap, jadi jawabannya bukan selatan...(Kena Tipu/ Intinya Baca dulu soalnya Baik2, baru di cari Jawaban..

Al hasil, Alhamdulillah kita dapat No 2 dan 3...
Semua karena kerja keras dan kerjasama Kita Semua

By; MP 225 AT

 

Wednesday, 22 April 2015

KIBAR 2015

SALAM LESTARI!!!!
Sekilas tentang KIBAR,

KIBAR atau singkatan dari Kebut Bukit Barisan adalah salah satu lomba lintas alam tingkat nasional yang diadakan oleh Paitua Mapala Teknik Universitas Andalas (Check Here)....
Untuk pertama kalinya Kibar diadakan tahun 2000,disusul 2002 dan 2010.

Berlari memacu waktu diantara bukit-bukit barisan
Menyatu dengan alam, mengalahkan rasa penat
Bukan tentang siapa yang terkuat, tapi siapa yang tercepat
Bukan tentang mengalahkan terjalnya bukit,bukan tentang dalamnya lembah
Atau memacu adrenalin berlari ditepi2 Jurang...

Ini tentang menembus batas,
Lawanmu bukanlah orang lain
Bukan Terjal dan Curamnya Bukit-bukit Barisan
Bukan dinginnya malam ditengah2 hutan

Ini tentang kebersamaan, tentang strategi, tentang kesabaran,..
Siapa lagi yang akan menjadi lawanmu, kalau bukan dirimu sendiri..

Menembus batas untuk mengenal diri sendiri,,
Just Do it,,, Berlari memacu waktu ditengah-tengah Hutan...

H - 17 menuju perhelatan Besar di Bukit Barisan...Segera Daftarkan Tim mu !!!DAFTAR DISINI

By : MP 225 AT

Friday, 20 February 2015

Curug 7 Cilember - Bogor West Java (Sekedar Pelepas Rindu)

Welcome 2015, welcome Curug 7 Cilember

Curug 7 Cilember
Curug 7 Cilember, Terletak di Kabupaten Bogor - Jawa Barat.
Istilah curug atau lebih kita kenal dengan air terjun. Curug 7 Cilember, jelas ada 7 buah tingkatan curug..

Lets Go...

Kebetulan saya tinggal di kota depok, tepatnya Jl. Kapuk. Perjalanan pun dimulai dari stasiun Pondok Cina Menuju Stasiun Bogor. Sekitar 30 Menit lama perjalanan menggunakan krl.
Stasiun Pondok Cina
Sembari menunggu anggota yang masih dalam perjalanan serta menunggu waktu jumat datang.
Bogor - Stasiun Bogor

Selesai Shalat Jumat, makan siang, anggota lengkap. Saatnya cari angkutan menuju curuq 7 cilember.

Ada beberapa opsi untuk menuju curuq cilember, tergantung kita maunya yang mana ,MAu trek gonta-ganti angkot atau yang sekali jalan langsung nyampai :

Opsi pertama : Dari Stasiun Bogor Kita bisa Naik Angkot 02 (Jurusan Sukasari - Bulalak ) Turun di Terminal Sukasari. Lanjut ganti angkot Sukasari - Cisarua Dan nyambung dengan Ojek untuk masuk ke kawasan Curuq Cilember.
Opsi Kedua : Cater angkot dari St. Bogor - Curuq Cilember..

Mungkin ada opsi lain,,,, silakan googling aja gan..

Setelah di timbang-timbang kami memutuskan untuk Cater angkot 02...
Pada Dasarnya, lama perjalanan yang ditempuh cuma 1.5 jam dari stasiun bogor via tol ciawi. cuma karena libur panjang dan banyaknya orang yang menuju Puncak untuk berlibur.. Jalur naik macet total... cuma satu jalur yang dibuka (kira-kira jam 11 an..) jalur turun..

Solusinya cari jalur lain,,ayo kita lihat apa yang bisa ditemukan di jalur alternatif ini...

Sawah dan Ladang
Hamparan Bukit
 
Berhenti Sejenak entah dimana namanya yang jelas ngak bakalan bosan..
Bangku 6 sama bangku 4 penuh, Terpaksa bergelantungan...

Tetap saja lari adalah pilihan yang tepat...
HAyo semangat..
Ini adalah salah satu akibat kemiringan jalan tak sebanding dengan kekuatan angkot..
Cukup membuat kaget tulang-tulang kaki,,, maklum lah lamo indak..

"TAk kan lari gunung di kejar,, Pepatah ini tak berlaku buat yang satu ni,,, Mau coba..."







Akhirnya sampai....Welcome Curuq 7 Cilember..

Wisata Alam Curuq 7 Cilember
Pintu Masuk di sambut dengan kolam kecil
Inilah beberapa hal yang membuat parawisata di sini maju.. RAme di kunjungi orang. Pada hal kalau dilihat dari view, menuurut saya biasa-biasa saja. TApi ini yang membuat tempat ini berbeda :

1. Pengelolaan yang baik

Tempat Sampah
Petunjuk Jalan
Lihat saja tempat sampah saja disediakan dan dipisahkan mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Marka Jalan yang jelas,, bule pun bisa ngerti kalau tulisan kayak gini...

2. Kemasan yang menarik..dengan susunan batu-batu alam, jembatan bambu, dan barisan bunga2


                    
Curuq - air terjun, sayangnya saya ngak sempat ngambil foto-foto curuq.. karena itu bukan prioritas utama perjalanan kali ini..

Nah ini dia yang kami cari...

 3 hari 2 malam... masih terasa kurang untuk melepas rindu bercengkrama dengan angin malam..

Malam baru lengkap dengan api unggun..
Selamat Pagi dunia...Mari ngopi

Inilah pemandangan sekitar tempat camp, (kawasan curuq 5)
 Prepare untuk pulang...Saatnya para penjajal ibukota kembali kerutinitas..

Packing-Packing
Alam Tetaplah Tujuan Pulang Yang Selalu Dirindu
Guru paling jujur, yang mengajarkan bukan hanya dengan teori belaka
Bukan pula dengan Paksaan, Tapi dengan Kesadaran..
Tidak ada perbedaan, semua regulasi alam berlaku untuk semua kalangan 
 cc : 199 GV/ N'Ije, 208 UV/D'Anaih,211 UV/D'Riki, 213 UV/D'Putra, 215 UV/ Mas Nark,216 AT/Adi,222 AT/Ayaik,227 AT/Aden,Mamat Aja, Ikis.Krisni Erli..

Salam Lestari!!! 

By : MP 225 AT