Sekilas tentang gunung-gunung di Sumatera Barat…
Sumatera Barat adalah salah satu daerah di Pulau Sumatera yang mempunyai
banyak Gunung Api, beberapa diantaranya masih ada yang aktif.
Gunung Singgalang, Gunung Merapi , dan gunung Tandikek ( lebih dikenal
dengan sebutan TriArga, terletak di satu kawasan yang sama di kawasan
Kab.Tanah Datar ), Gunung Talamau (merupakan puncak tertinggi di
Sumatera Barat sekitar 2920 mdpl), Gunung Talang ( di Kab. Solok yang
sesekali aktif), Gunung Sago (di kab. 50 Kota).
Sekilas tentang Gunung Singgalang
Gunung Singgalang adalah satu gunung yang api yang tak lagi aktif, berada di ketinggian 2762 mdpl. Terletak di Jorong tanjung Raya,Nagari Pandai Sikek, Kec. Sepuluh Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat. Berada di daerah pegunungan membuat mata pencaharian penduduk di kaki Gunung Singgalang rata-rata bertani . Sebelum memasuki pintu rimba, berbagai macam jenis sayuran. Sebagian besar sayuran-sayuran yang di jual di Bukittinggi di pasok dari ladang petani-petani yang ada di kaki Gunung Singgalang. Selain itu tanaman tebu juga dapat kita temui di kiri-kanan jalan menuju pintu rimba, tanaman tebu ini di olah langsung menjadi gula tebu (saka bahasa minangnya). Untuk soal cuaca, Gunung Singgalang memiliki cuaca yang agak ekstrim, sering terjadi hujan.
Puncak adalah harapan setiap pendaki, di Gunung Singgalang kita akan menemui Telaga Dewi yang luasnya lebih dari 2 kali lapangan bola. Untuk mencapai Telaga Dewi ada beberapa jalur pendakian yang bisa kita lewati, jalur koto baru adalah jalur yang disukai oleh para pendaki, karena petunjuk yang jelas. Kita hanya mengikuti tiang-tiang listrik yang jumlahnya kurang lebih 100 buah tiang listrik. Sedikit mengherankan mendaki gunung, seperti dijalan raya. Tiang-tiang listrik ini adalah sumber listrik yang digunakan untuk tower salah satu stasiunTV yang ada di Puncak Singgalang.
Sabtu, 29 June 2013 (weekend on singgalang mount)
Gunung Singgalang adalah satu gunung yang api yang tak lagi aktif, berada di ketinggian 2762 mdpl. Terletak di Jorong tanjung Raya,Nagari Pandai Sikek, Kec. Sepuluh Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat. Berada di daerah pegunungan membuat mata pencaharian penduduk di kaki Gunung Singgalang rata-rata bertani . Sebelum memasuki pintu rimba, berbagai macam jenis sayuran. Sebagian besar sayuran-sayuran yang di jual di Bukittinggi di pasok dari ladang petani-petani yang ada di kaki Gunung Singgalang. Selain itu tanaman tebu juga dapat kita temui di kiri-kanan jalan menuju pintu rimba, tanaman tebu ini di olah langsung menjadi gula tebu (saka bahasa minangnya). Untuk soal cuaca, Gunung Singgalang memiliki cuaca yang agak ekstrim, sering terjadi hujan.
Puncak adalah harapan setiap pendaki, di Gunung Singgalang kita akan menemui Telaga Dewi yang luasnya lebih dari 2 kali lapangan bola. Untuk mencapai Telaga Dewi ada beberapa jalur pendakian yang bisa kita lewati, jalur koto baru adalah jalur yang disukai oleh para pendaki, karena petunjuk yang jelas. Kita hanya mengikuti tiang-tiang listrik yang jumlahnya kurang lebih 100 buah tiang listrik. Sedikit mengherankan mendaki gunung, seperti dijalan raya. Tiang-tiang listrik ini adalah sumber listrik yang digunakan untuk tower salah satu stasiunTV yang ada di Puncak Singgalang.
Sabtu, 29 June 2013 (weekend on singgalang mount)
pukul 07.37 am upacara pelepasan di
sekretariat Paitua Mapala Teknik Unand mengawali perjalanan akhir minggu
kali ini. 7 0rang anggota paitua ; Eddy Kurniawan/Mp 164 TN, Ari
Andrica/Mp 209 UV, Adi Cahyadi/Mp 216 AT, Syahrul Azif/Mp 225 AT, Fadjri
Mardatillah/Mp 250 GA, Murti Sari Dewi/MP 252 GA, dan Wirli
Hidayanti/Mp 254 GA. 3 orang simpatisan Paitua : Wahyu, Ilham, Andini
(Sipil 09). Pendakian pertama buat Wahyu dan Andini. Buat Wirli,
Sari,Fadjri (ajo), dan Ilham adalah pendakian pertama ke Gunung
Singgalang. Dan ini adalah pendakian ke 3 ku untuk gunung singgalang.
Setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya sekitar pukul 03.00 PM kami sampai di Koto Baru,Istirahat sebentar untuk makan siang dan mencari transportasi buat menuju pos jaga Gunung Singgalang. Sekitar 40 menit kami sampai di tempat pos jaga gunung singgalang, berhenti sebentar dan melalukan registrasi dengan membayar Rp 5000 rupiah/orang.
Istirahat sejenak untuk sholat ashar di mushala terakhir sebelum mencapai pintu rimba. sekitar pukul 05.00 kami memulai perjalanan,,
Setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya sekitar pukul 03.00 PM kami sampai di Koto Baru,Istirahat sebentar untuk makan siang dan mencari transportasi buat menuju pos jaga Gunung Singgalang. Sekitar 40 menit kami sampai di tempat pos jaga gunung singgalang, berhenti sebentar dan melalukan registrasi dengan membayar Rp 5000 rupiah/orang.
Istirahat sejenak untuk sholat ashar di mushala terakhir sebelum mencapai pintu rimba. sekitar pukul 05.00 kami memulai perjalanan,,
cuaca yang mendukung untuk pendakian kali ini, pemandangan gunung merapi yang terlihat jelas dari kaki gunung singgalang.
Sekitar satu jam perjalanan kami sampai dipintu rimba singgalang,di pintu rimba ini kita akan temui beberapa tower stasiun TV.pukul 06.00 pm kami memulai pendakian menuju cadas gunung singgalang. Trak yang agak membosankan, sekitar satu jam perjalanan kita harus sering merunduk melewati pimpiang-pimpiang yang saling menyatu. Memang tak sesulit ketika aku mendaki singgalang pertama kali, kali ini jalur pimpiangnya sudah berkurang. Kira-kira pukul 07.00 pm, kami sampai di Mata air 1, berhenti sejenak dan melakukan shalat magrib.
Perjalananpun dilanjutkan, sedikit melewati pimpiang, vegetasi mulai berubah seiring bertambahnya ketinggian. Sekitar pukul 08.00 pm, kami sampai di Sumber air 2 dan sejam kemudian kami sampai di sumber air ke 3. Sumber air ketiga adalah sumber air terakhir sebelum mencapai cadas gunung singgalang. Sedikit lebih terjal dan trak yang panjang sebelum mencapai cadas.
Malam yang semakin larut, oksigen yang semakin sedikit, dan disepanjang jalan selalu ditemui tiang-tiang listrik membuat semangat sebagian kami berkurang. Dengan sedikit candaan dan nyanyian membuat kaki-kaki itu terus melangkah. Akhirnya pukul 12.01 am kami sampai di cadas singgalang. Melihat kondisi tim yang tidak memungkinkan untuk lanjut ke Telaga Dewi. Akhirnya diputuskan untuk camp di cadas.
Minggu, 30 June 2013
Sekitar satu jam perjalanan kami sampai dipintu rimba singgalang,di pintu rimba ini kita akan temui beberapa tower stasiun TV.pukul 06.00 pm kami memulai pendakian menuju cadas gunung singgalang. Trak yang agak membosankan, sekitar satu jam perjalanan kita harus sering merunduk melewati pimpiang-pimpiang yang saling menyatu. Memang tak sesulit ketika aku mendaki singgalang pertama kali, kali ini jalur pimpiangnya sudah berkurang. Kira-kira pukul 07.00 pm, kami sampai di Mata air 1, berhenti sejenak dan melakukan shalat magrib.
Perjalananpun dilanjutkan, sedikit melewati pimpiang, vegetasi mulai berubah seiring bertambahnya ketinggian. Sekitar pukul 08.00 pm, kami sampai di Sumber air 2 dan sejam kemudian kami sampai di sumber air ke 3. Sumber air ketiga adalah sumber air terakhir sebelum mencapai cadas gunung singgalang. Sedikit lebih terjal dan trak yang panjang sebelum mencapai cadas.
Malam yang semakin larut, oksigen yang semakin sedikit, dan disepanjang jalan selalu ditemui tiang-tiang listrik membuat semangat sebagian kami berkurang. Dengan sedikit candaan dan nyanyian membuat kaki-kaki itu terus melangkah. Akhirnya pukul 12.01 am kami sampai di cadas singgalang. Melihat kondisi tim yang tidak memungkinkan untuk lanjut ke Telaga Dewi. Akhirnya diputuskan untuk camp di cadas.
Minggu, 30 June 2013
Mendirikan tenda, buat api unggun dan
memasak, masing-masing sudah tau tugasnya. sekitar pukul 02.00 am kami
makan malam, belum nasi yang ada dipiring habis rintik-rintik hujan
mulai berlarian menuju permukaan bumi, bergegas kami membereskan
semuanya dan akhirnya semua tertidur.
sekitar pukul 08.00 am, perjalananpun dilanjutkan menuju telaga dewi. Tidak semua anggota yang ikut ada 2 orang yang tinggal di cadas (ari dan adi).
sekitar pukul 08.00 am, perjalananpun dilanjutkan menuju telaga dewi. Tidak semua anggota yang ikut ada 2 orang yang tinggal di cadas (ari dan adi).
Sekitar 40 menit, kami sampai di Telaga
Dewi. Terlihat dari foto cadas singgalang yang sedikit curam, di
tengah-tengah cadas kita akan temui tugu sispala galapagos “ terbanglah engkau wahai sang elang...”sekitar tahun 1988. Tugu ini dibuat untuk mengenang ada anggota sispala galapagos yang hilang di singgalang.
Pemandangan yang indah pun bisa kita nikmati dari cadas singgalang ini, terlihat gunung merapi dan di bawahnya terlihat hamparan Kab. Agam dan Kota Bukittinggi dan tepi danau maninjau juga terlihat.
Telaga Dewi, awalnya mungkin ini adalah kawah dari gunung singgalang
yang sekarang tak lagi aktif. Dengan luas sekitar 2 kali lapangan bola
dan airnya yang dingin. Di sekiling Telaga kita temui pepohonan yang
seragam, dengan kulit kayu yang kering dan sedikit daunnya.Pemandangan yang indah pun bisa kita nikmati dari cadas singgalang ini, terlihat gunung merapi dan di bawahnya terlihat hamparan Kab. Agam dan Kota Bukittinggi dan tepi danau maninjau juga terlihat.
Seperti halnya mendaki gunung, begitu banyak rintangan yang harus kita lewati sebelum mencapai puncak
Melawan diri sendiri adalah musuh yang paling berat
Semangat , semangat dan semangat hanya kata-kata itu yang bisa membuat orang sampai ke puncak yang diharapkan.
Lihatlah begitu besarnya ciptaan Sang Khalik, Allah SWT.
Kunci Kesuksesan adalah semangat
Berdoa dan berjuanglah
Melawan diri sendiri adalah musuh yang paling berat
Semangat , semangat dan semangat hanya kata-kata itu yang bisa membuat orang sampai ke puncak yang diharapkan.
Lihatlah begitu besarnya ciptaan Sang Khalik, Allah SWT.
Kunci Kesuksesan adalah semangat
Berdoa dan berjuanglah
let,s see picture bellow…
No comments:
Post a Comment
terima kasih telah membaca blog ini, semoga bermanfaat, diterima kritik dan sarannya...