Monday, 23 July 2012

Diklatsar XVIII Paitua Mapala Teknik Unand

Lapangan Besar Pendidikan dan Latihan Dasar XVIII Paitua Mapala Teknik Unand 20 - 24 Mei 2009, Koto Hilalang, Solok- Patamuan, Padang.

Lapangan besar adalah salah satu bagian dari Diklatsar Paitua, Semua teori yang didapat di materi ruangan aplikasinya di Lapangan Besar.
5 hari bukan lah waktu yang singkat didalam rimba belantara.
28 orang siswa terlihat girang saat berfoto di samping sekretariat Paitua Mapala Teknik Unand. Mereka tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya,,
Sekretariat Paitua Mapala Teknik Unand
Petualangan pun di mulai,,,
Hari Pertama
Makan bersama adalah ciri khas pecinta alam, di bawah terik panas 28 orang berkacu orange duduk dengan kaki diangkat sebelah menikmati makan siang, mungkin ini makan siang terakhir yang paling mewah untuk 5 hari kedepan.
(Di depan Kantor Wali Nagari Koto Hilalang)
Camp pertama. Belum terlalu rimba masih dikawasan ladang petani.
Mendirikan tenda dengan menggunakan ponco beregu, menghidupkan api dengan metoda kayu kering adalah dua materi yang kami dapat.
(Camp 1, hari pertama)
Hari Kedua
Pagi hari yang berseri-seri. Terlambat packing, menggunakan bahasa minang adalah awal dari seri-seri yang kami dapat.
(camp 1, hari kedua)




Navigasi Darat
Di tengah perjalanan menuju camp selanjutnya, seorang anggota biasa Paitua MTU terlihat sedang memberi arahan ke kelompok Air ( kelompok saya), Menentukan dimana posisi bukit yang saya sedang saya lihat. Materi navigasi darat yang kami dapat diterapkan disini, dengan bermodal sebuah peta topografi, kompas, dan protaktor.
Orientasi Medan dan Baca Peta
Trap
2 orang siswa sedang buat trap, aplikasi langsung untuk cari makanan pakai jebakan.
Vivin alfirna dan Yasa stedo terlihat begitu kompak membuat jebakan, mungkinkah mereka dapat ayam atau burung? Hasilnya akan dilihat di esok pagi,,
(Camp 2, Trap)
Ponco Solo
Satu ponco untuk satu orang, itu lah materi di camp 2, Buat tenda untuk masing-masing orang dengan bermodal sebuah ponco.
Siap-siap mendirikan ponco solo
Hari ketiga, semua terlihat sibuk, packing semua barang dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
Siap-siap untk packing, itu perintah korlap..
Siap-siap Packing
SAR
Seorang pemuda yang tergeletak di tengah-tengah sungai, dengan separuh wajahnya ditutupi oleh kacu.
itulah survivor, kami menemukannya. sesuai materi yang didapat, semua prosedur penyelamatan dilakukan.
Survivor ditemukan
Membuat Tandu
Membuat tandu dengan bermodal weebing dan dua buah kayu, beberapa orang diantara kami dengan serius membuat tandu untuk membawa korban ke tempat camp,
Membuat Tandu untuk Survivor
Penjelasan oleh pemateri: Mp 186 OR
Seorang instruktur memberi penjelasan, kalau semuanya hanyalah simulasi saja.Disini barulah saya mengerti kenapa korbannya ditutup sebagian wajahnya, agar tak dkenali,.
(Camp 3, SAR)
Semuanya dilakukan secara bersama-sama, mulai dari makan, buat api, mendirikan camp, sampai shalat berjamaah...
(Shalat berjamaah di Camp 3)
Bivak alam 
Bivak alam, adalah salah satu materi yang kami dapat di camp 3,
buat tenda dengan menggunakan apa yang ada di alam.
Foto bersama di depan Bivak Alam
SURVIVAL
Camp 4. Perut lapar, badan letih, tetapi senyuman tak pernah pudar. inilah saatnya kita belajar bertahan hidup dengan memakan apa saja yang ada di alam, semua Logistik dibegal, tidak boleh dibuka. Bertahan hidup dengan memakan apa yang ada di alam.
(Camp 4, Survival)
Akhirnya,,,,
BERBUKA Setelah SURVIVAL
Patamuan Padang, Buat barisan yang rapi, menunggu buka, setelah kuarang lebih 2 hari survival. Sebungkus bubur kacang hijau dan se butir telor, terasa nikmat sekali
(Patamuan, Padang)
Perjalanan menuju Sekre,,
AM 001 P, memimpin barisan paling depan. Menuju Sekretariat Paitua Mapala Teknik Unand.


Perjalanan menuju Sekre Paitua
kiri (Rahmat Hidayat, Rima Geovani, Syahrul Azif)

Upacara penutupan Diklatsar VXIII Paitua Mapala Teknik Unand. Berakhirlah perjuangan selama 5 hari 4 malam di hutan. Begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil,,

Upacara Penutupan Diklatsar XVIII

Sepenggal kisah awal dari lahirnya AETHRA
Pahit untuk di ulang dan Manis untuk dikenang, 5 hari adalah waktu yang sedikit untuk kita belajar memahami hidup ini.

 created by : MP 225 AT

No comments:

Post a Comment

terima kasih telah membaca blog ini, semoga bermanfaat, diterima kritik dan sarannya...